Panduan Lengkap Cara Merawat Akar Bahar

Akar Bahar

Ilustrasi visual bentuk akar bahar.

Akar bahar, yang sering disebut juga karang hitam atau Black Coral, adalah salah satu komoditas laut yang memiliki nilai seni dan mistis yang tinggi. Benda ini populer dijadikan perhiasan, hiasan, atau media untuk benda pusaka. Meskipun berasal dari laut, setelah diolah menjadi barang jadi, akar bahar memerlukan perawatan khusus agar keindahan dan kekuatannya tetap terjaga. Perawatan yang salah dapat menyebabkan keretakan, pemudaran warna, atau bahkan kerusakan total.

Mengapa Perawatan Akar Bahar Itu Penting?

Akar bahar sejatinya adalah kerangka luar (skeleton) dari hewan laut dari ordo Antipatharia. Meskipun material ini dikenal keras, ia tetap rentan terhadap perubahan lingkungan ekstrem. Paparan sinar UV yang berlebihan, suhu yang terlalu panas, atau kontak dengan zat kimia tertentu dapat merusak struktur kolagen di dalamnya. Perawatan rutin bertujuan untuk menjaga kelembapan alami, kilau, serta mencegah serangan jamur atau kutu kayu yang mungkin menempel dari proses pengeringan yang kurang sempurna.

Langkah-Langkah Dasar Cara Merawat Akar Bahar

Perawatan akar bahar tidak memerlukan biaya mahal, namun membutuhkan konsistensi dan pemahaman terhadap sifat dasar material ini. Berikut adalah langkah-langkah esensial yang harus Anda ikuti:

1. Jauhkan dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Ini adalah musuh utama akar bahar. Sinar UV matahari dapat menyebabkan material menjadi kering kerontang, rapuh, dan warnanya memudar menjadi abu-abu atau kecokelatan kusam. Jika akar bahar Anda dipajang di dalam ruangan, pastikan ditempatkan jauh dari jendela atau area yang terkena terik matahari secara langsung.

2. Hindari Kontak dengan Bahan Kimia Rumah Tangga

Jangan pernah membersihkan akar bahar menggunakan sabun deterjen, pemutih, cairan pembersih lantai, atau parfum. Zat kimia ini dapat bereaksi dengan pori-pori akar bahar, menghilangkan minyak alami (jika ada perawatan pelumas), dan meninggalkan noda permanen. Jika terlanjur terkena, segera lap dengan kain kering yang lembut.

3. Pembersihan Rutin dari Debu

Debu yang menumpuk dapat membuat akar bahar terlihat kusam dan menyumbat pori-porinya. Lakukan pembersihan minimal seminggu sekali.

4. Proses Pelembapan (Oiling)

Setelah dibersihkan, akar bahar perlu sedikit ‘diberi makan’ agar tidak kehilangan elastisitasnya. Proses ini menjaga warna hitamnya tetap pekat dan memberikan kilau alami. Minyak yang direkomendasikan adalah minyak alami.

Tips Minyak Alami: Gunakan sedikit minyak zaitun (olive oil) atau minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Oleskan sedikit saja pada kain bersih, lalu usapkan merata ke seluruh permukaan akar bahar. Biarkan meresap selama beberapa jam, kemudian lap sisa minyak menggunakan kain kering. Jangan terlalu banyak minyak karena bisa menarik debu.

Penanganan Khusus untuk Akar Bahar Basah atau Berlendir

Jika akar bahar Anda baru dibeli dalam kondisi masih ‘mentah’ atau baru dicuci dan ternyata masih terasa sedikit lembap atau bahkan mengeluarkan lendir tipis, penanganan pengeringan sangat krusial:

  1. Pengeringan Awal: Lap permukaan dengan handuk kering hingga tidak ada air yang menempel.
  2. Penjemuran Tidak Langsung: Letakkan akar bahar di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, jauh dari matahari langsung. Biarkan selama 2-3 hari agar kelembapan internal menguap sempurna. Anda bisa meletakkannya di atas rak ventilasi.
  3. Pengecekan Keretakan: Setelah kering total, periksa apakah ada retakan baru. Jika tidak ada, barulah Anda bisa melanjutkan dengan proses pengolesan minyak seperti panduan di atas.

Hal yang Harus Dihindari Sepenuhnya

Selain menghindari sinar matahari dan bahan kimia, ada beberapa pantangan dalam merawat benda pusaka ini:

Dengan mengikuti panduan sederhana ini secara rutin, akar bahar kesayangan Anda akan mempertahankan warna hitamnya yang legam, kilau elegan, dan keawetannya dalam jangka waktu yang sangat lama.

🏠 Homepage