Ikan Betutu (Channa argus) atau sering juga disebut ikan gabus hias, merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai jual tinggi, terutama untuk pasar konsumsi premium dan ikan hias. Permintaan pasar yang stabil menjadikan budidaya ikan betutu sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Meskipun dikenal sebagai ikan predator yang tangguh, pemeliharaannya relatif mudah asalkan dilakukan dengan prinsip-prinsip budidaya yang benar.
Persiapan Media Budidaya
Pemilihan media budidaya sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan betutu. Ikan Betutu dapat dibudidayakan di kolam tanah, terpal, atau bak semen. Kualitas air adalah faktor utama yang harus diperhatikan.
1. Kolam Tanah/Terpal
Jika menggunakan kolam tanah, pastikan kolam sudah dikeringkan dan dijemur selama beberapa hari untuk mematikan patogen. Lakukan pengapuran menggunakan kapur tohor (CaCO3) dengan dosis sekitar 200-300 gram per meter persegi untuk menstabilkan pH tanah dan air. Setelah itu, isi kolam dengan air bersih yang idealnya memiliki kedalaman antara 80 cm hingga 120 cm. Biarkan air tergenang selama minimal satu minggu sebelum penebaran benih.
2. Kualitas Air Ideal
Parameter air yang optimal untuk pertumbuhan ikan Betutu meliputi:
- Suhu: 24°C – 30°C.
- pH: 6,5 – 7,5.
- Kadar Oksigen Terlarut (DO): Di atas 4 ppm.
- Kekeruhan air idealnya tidak terlalu tinggi untuk memfasilitasi pengamatan kondisi ikan.
Pemilihan dan Penebaran Benih
Benih ikan Betutu biasanya didapatkan dari hasil tangkapan alam atau dari hasil pembenihan. Kualitas benih sangat krusial. Pilih benih yang sehat, aktif bergerak, dan bebas dari cacat fisik. Ukuran benih yang disarankan untuk awal budidaya adalah antara 5-8 cm.
Proses adaptasi (aklimatisasi) benih adalah langkah penting sebelum penebaran. Turunkan kantong benih perlahan ke permukaan air kolam selama 15-20 menit agar suhu air dalam kantong menyesuaikan dengan suhu kolam. Setelah itu, baru benih dilepaskan secara bertahap.
Manajemen Pakan dalam Budidaya Ikan Betutu
Ikan Betutu adalah karnivora sejati. Dalam konteks budidaya ikan betutu, sistem pemberian pakan harus menyesuaikan dengan siklus hidupnya. Pada fase benih hingga ukuran 10 cm, mereka masih bisa menerima pakan pelet terapung yang diformulasikan khusus untuk ikan karnivora, namun harus didukung dengan pakan alami.
Pemberian Pakan Alami
Untuk mendorong pertumbuhan alami dan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan yang mahal, penyediaan pakan alami seperti ikan rucah (ikan kecil), cacing, atau katak kecil sangat dianjurkan. Pakan alami memberikan nutrisi yang lebih lengkap dan merangsang insting predator ikan Betutu.
Frekuensi dan Dosis Pakan
Pemberian pakan dilakukan 2-3 kali sehari, terutama pagi dan sore hari. Jumlah pakan harus disesuaikan dengan biomassa ikan. Hindari pemberian pakan berlebih (overfeeding) karena sisa pakan akan mengotori air dan memicu penyakit.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Meskipun ikan Betutu tergolong tahan banting, kepadatan tebar yang terlalu tinggi dan kualitas air yang buruk dapat memicu timbulnya penyakit seperti sirip keriting, insang berdarah, atau infeksi bakteri. Pencegahan adalah kunci utama.
Lakukan sanitasi rutin pada kolam. Jika terlihat ada gejala penyakit, segera lakukan isolasi ikan yang sakit dan lakukan pengobatan menggunakan preparat kimia yang aman untuk perairan budidaya, atau perbaiki kualitas air secara bertahap.
Panen
Masa panen ikan Betutu bervariasi tergantung target pasar. Jika ditujukan untuk konsumsi ukuran sedang (sekitar 200-300 gram per ekor), waktu budidaya memakan waktu sekitar 6 hingga 8 bulan. Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap (selektif) atau panen total.
Sebelum dipanen untuk dijual, pastikan ikan telah dipuasakan selama 1-2 hari. Hal ini bertujuan agar saluran pencernaan ikan bersih, sehingga rasa dagingnya lebih gurih dan nilai jualnya meningkat. Keberhasilan budidaya ikan betutu sangat bergantung pada konsistensi dalam pemantauan dan manajemen air.